Fungsi Packaging dan Informasi Produk

Dalam mendesain packaging, fungsi juga merupakan salah satu pertimbangan utama yang menentukan bentuk yang spesifik dari kemasan produk. Fungsi packaging seringkali juga dapat dijadikan Unique Selling Point, karena berpengaruh langsung terhadap pemakaian produk. Misalnya seperti tutup yang lebih mudah dibuka, botol yang lebih enak digenggam, dan lain sebagainya.

Walaupun demikian, tidak semua produk yang melakukan inovasi desain packaging produk mengomunikasikannya sebagai USP. Contohnya adalah desain botol sebuah merek minyak goreng yang bentuknya mengambil format angka 8, sehingga di daerah leher tekukannya sebenarnya lebih mudah untuk digenggam. Desain tersebut tidak pernah dikomunikasikan sebagai USP.

Jika desain perwajahan produk lebih berpengaruh secara emosional kepada konsumen, maka fungsi lebih berpengaruh secara rasional. Kesalahan dalam mendesain fungsi packaging dapat berakibat konsumen enggan untuk membeli produk karena mereka merasa kesulitan atau risih untuk menggunakan produk tersebut.

Permasalahan yang menarik, pada saat sebuah desain packaging menuntut agar salah satu aspek dikorbankan, manakah yang harus dijadikan prioritas? dari contoh kasus survei yang pernah kami lakukan terhadap produk shampo kecantikan lokal yang cukup terkenal, di mana produk tersebut memiliki ciri khas dalam desain tutup botol kemasannya, yaitu “koin” yang digrafir logo merek kosmetik tersebut.

Setelah hadir selama belasan tahun dengan desain tersebut, tim produk shampoo tersebut ingin melakukan perubahan terhadap desain tutup botolnya. Intinya adalah perubahan dari tutup model putar menjadi model pop-up yang diperkirakan lebih praktis bagi konsumen. Namun fungsi pop-up tersebut harus mengorbankan “koin” klasik tersebut.

Saat perubahan desain tersebut ditanyakan kepada konsumen melalui survei, ternyata mayoritas konsumen justru menyukai inovasi pada fungsi tutup botol tersebut walaupun harus mengorbankan desain koinnya yang klasik.

Selanjutnya kita berbicara mengenai faktor Informasi produk yang dapat kita ketahui melalui packaging. Secara gamblang, informasi yang dimaksud dapat kita artikan dengan keterangan-keterangan mengenai produk yang tertulis di bidang packaging produk.

Bagi sebagian produk seperti obat-obatan atau makanan, mencantumkan keterangan mengenai kandungan yang terdapat dalam produk adalah suatu keharusan. Namun pernahkah Anda bayangkan, bahwa sebenarnya banyak dari konsumen Anda, terutama kalangan ibu rumah tangga, yang ternyata benar-benar mencoba membaca keterangan tersebut. Kemudian membandingkannya satu dengan yang lain, untuk kemudian mereka memilih produk yang menurut mereka paling banyak mengandung bahan-bahan yang bermanfaat.

Seringkali sebenarnya mereka tidak sepenuhnya mengetahui arti dan fungsi kandungan-kandungan seperti DHA, Omega 3 maupun AA. Namun mereka percaya bahwa bahan tersebut baik untuk dikonsumsi oleh anggota keluarganya. Naluri memberikan manfaat yang lebih itulah yang mendorong mereka untuk memperhatikan keterangan pada packaging produk.

Informasi pada packaging produk juga dapat berupa ilustrasi produk. Ilustrasi produk pada packaging ternyata cukup bermanfaat untuk menuntun konsumen kepada produk kita. Terutama pada kondisi yang crowded, seperti jajaran produk sejenis berbagai merek di dalam rak hipermarket. Mungkin hal ini sepertinya sepele, namun adakalanya ternyata konsumen memerlukan “tanda penuntun” yang lebih jelas dan meyakinkan kepada merek yang diinginkannya.

Kini kita telah mengetahui bahwa fungsi memiliki prioritas yang lebih tinggi pada konsumen dibandingkan dengan faktor estetika semata pada desain packaging produk. Dan bahwa konsumen terutama, ibu rumah tangga, cukup megapresiasi keterangan-keterangan yang tertera dalam packaging, sehingga Anda dapat memanfatkannya untuk mengekspos kelebihan-kelebihan produk Anda.

Disain Packaging: Bagaimana Bila Harus Berubah?

SEBAGAI seorang pemasar kita tentu mengetahui pentingnya arti packaging atau kemasan bagi sebuah produk. Konsep kemasan yang telah “dipatenkan” oleh ahli-ahli pemasaran dalam rumus klasik bauran pemasaran produk 4P, adalah salah satu komponen utama ang wajib dikonsepkan dengan seksama untuk menciptakan sebuah produk yang mampu bersaing di pasaran.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kami telah menyaksikan bagaimana rekan-rekan dari kalangan produsen (product manager & marketing manager dan tim mereka), dan juga dari agency telah mencurahkan perhatian mereka untuk menciptakan produk dengan kemasan-kemasan yang menarik dan berkualitas.

Namun ada satu hal yang menarik perhatian kami, yaitu manakala produsen ingin mengganti desain packaging. Banyak faktor yang menjadi perhatian produsen saat memutuskan untuk mengganti desain packaging produk, namun pertimbangan yang biasanya menjadi permasalahan adalah: “Apakah konsumen akan menyukai desain kemasan baru?”

Memang banyak sekali faktor yang mempengaruhi konsumen untuk menyukai packaging sebuah produk. Dalam beberapa survei dan Focus Group Discussion yang telah kami lakukan, kami mencatat ada beberapa hal penting yang mempengaruhi konsumen untuk menyukai sebuah desain packaging. Hal-hal tersebut antara lain adalah disain perwajahan, fungsi, dan informasi yang diberikan melalui packaging.

Faktor disain perwajahan biasanya menyangkut wilayah estetika, seperti pemilihan warna, font huruf yang digunakan dan tata grafis. Kadangkala pemasar bisa terjebak dengan selera pribadinya, karena faktor estetika sangat erat hubungannya dengan selera individu.

Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat dijadikan patokan bagi pemasar dalam menentukan desain perwajahan yang tepat bagi produknya:
1. Segmentasi konsumen. Disain perwajahan erat hubungannya dengan selera individu. Oleh karena itu, melalui desain perwajahan produsen dapat mengomunikasikan dengan tepat, bagi siapa produk ini layak digunakan. Apakah pria-wanita, tua-muda, dan lain sebagainya.

2. Karakteristik produk. Dari segi fungsi dan pengkategorian, sebuah produk memiliki kategori yang khas. Apakah itu produk lokal yang ingin dicitrakan sebagai produk impor, ataukah produk perawatan kulit yang bersifat medicated namun ingin dicitrakan sebagai produk kosmetik.

Kekeliruan dalam menterjemahkan segmentasi konsumen dan karakteristik produk ke dalam disain perwajahan kemasan, dapat membuat konsumen ragu-ragu untuk menjatuhkan pilihan mereka dalam membeli produk kita.

Namun apabila kita telah menerjemahkan faktor-faktor tersebut secara tepat, perubahan desain dalam rangka re-juvinating tidak akan berpengaruh terhadap preferensi konsumen. Tentu saja hal ini berlaku selama tidak ada perubahan mendasar terhadap konsep segmentasi dan karakteristik produk.

Apabila Anda merasakan ingin melakukan sesuatu terhadap disain perwajahan packaging produk Anda, jangan ragu untuk melakukan perubahan. Selama konsep Anda sesuai segmen konsumen dan karakteristik produk yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s